Pertemuan 14

Perkenalkan Nama saya Nafis Albab Alfasha, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstall Linux Mint menggunakan VirtualBox, berikut langkah-langkah dalam melakukan installasinya :

1. Langkah pertama, buka VirtualBoxnya, jika anda belum mempunyai VirtualBoxnya anda bisa download disini : https://www.virtualbox.org/. Setelah selesai downloadnya silahkan anda install VirtualBoxnya setelah terinstall Buka VirtualBoxnya.


2. Selanjutnya setelah membuka VirtualBox anda, lalu klik "New", berikutnya akan muncul layar create virtual machine. Lalu isi nama sistem operasinya pada bagian Name. Disini saya menamainya "Linux_mint" (sesuaikan dengan keinginan anda). Selanjutnya pada bagian Type pilih "Linux" sesuai dengan sistem operasi yang diinstall. Untuk Versionnya pilih "Linux 2.6/3.x/4.x (64bit)", karena  ISO yang saya gunakan ISO Linux Mint (64bit), tetapi jika anda menggunakan ISO Linux Mint (32bit) maka anda pilih yang Linux 2.6/3.x/4.x (32bit). Untuk ISOnya anda bisa download disini : https://www.getmyos.com/name/linux_mint. Kemudian klik "Next".


3. Selanjutnya yaitu mengatur size RAM yang akan dialokasikan untuk mesin virtual dalam satuan Megabyte. Disini saya mengaturnya menjadi "1024 MB (1GB)", Kalau mau lebih atau kurang dari 1024 MB (1GB) juga tidak masalah (sesuaikan dengan keinginan anda). Lalu klik "Next".


4. Selanjutnya yaitu memilih bagian pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual Linux Mint.


Dalam pengaturan hard disk virtual, virtualbox menyediakan 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan yaitu:
  • Do not add a virtual hard disk.
Opsi pertama ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Linux Mint selesai dilakukan.
  • Create a virtual hard disk now.
Opsi kedua ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Linux Mint.
  • Use an existing virtual hard disk file.
Opsi ketiga ini digunakan untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.

Dari ketiga opsi tersebut saya memilih opsi yang kedua yaitu : "Create a virtual hard disk now". Karena disini saya akan membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Linux Mint. Lalu klik "Create".

5. Selanjutnya yaitu menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. VirtualBox mendukung pembacaan jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VDI (Virtual Disk Image) format file standar dari VirtualBox, VHD (Virtual Hard Disk) format dari Microsoft Virtual PC, serta VMDK (Virtual Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware.


Disini saya memilih "VDI (Virtual Disk Image)" sesuai dengan format file standar dari VirtualBox. Lalu klik "Next".

6. Selanjutnya yaitu menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).


Untuk menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik. VirtualBox menyediakan 2 pilihan diantaranya :
  • Dynamically allocated. yaitu kapasitas hard disk fisik yang akan digunakan berdasarkan pada berapa kapasitas hard disk virtual yang sudah terpakai dan tidak berdasarkan pada berapa ukuran hard disk virtual yang telah ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
  • Fixed size. yaitu kapasitas hard disk fisik yang akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual yang telah dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.
Disini saya memilih pilihan pertama yaitu : "Dynamically allocated" untuk menentukan Kapasitas hard disk virtual yang akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan. Lalu klik "Next".

7. Selanjutnya pada layar berikutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file-file mesin virtual yang akan dibuat. Pada nama folder installasi virtualbox anda dapat mengisi sesuai dengan keinginan anda disini saya menamainya sesuai dengan sistem operasinya yaitu "Linux_mint", lalu atur kapasitas hard disk sesuai dengan kebutuhan anda. Disini saya menggunakan "30GB" saya rasa cukup karena hanya untuk percobaan penginstallan menggunakan VirtualBox jika anda mau lebih atau kurang juga tidak masalah (sesuaikan saja dengan kebutuhan anda). Lalu klik "Create".


8. Selanjutnya setelah selesai melakukan proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox akan ditampilkan sebuah mesin virtual Linux_mint yang telah dibuat tadi, lalu klik "Start".


9.) Selanjutnya setelah klik start akan muncul tampilan layar seperti ini. Disini anda masukan ISO yang sudah anda download tadi. Caranya : Klik seperti yang gambar "Folder", berikutnya cari tempat penyimpanan ISO yang sudah anda download tadi, lalu klik ISO yang sudah anda download tadi. Lalu klik "Open".


10. Selanjutnya tampilannya akan menjadi seperti ini, silahkan anda klik "Start".


11. Selanjutnya setelah klik start akan muncul tampilan seperti ini disertai dengan adanya automatic boot. Dan pada bagian ini pilih "Start Linux Mint". Lalu tekan tombol "Enter" pada keyboard.


12. Selanjutnya klik 2x pada gambar CD yang bertuliskan "Install Linux Mint" untuk melakukan proses penginstallan Linux Mint.


13. Selanjutnya memilih bahasa yang akan digunakan dalam proses install Linux mint di virtualbox. Sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan bahasa inggris "English". Lalu klik "Continue".


14. Selanjutnya memilih keyboard layout, untuk keyboard layout pilih yang secara default saja yaitu : "English (US)". Lalu klik "Continue".


15. Selanjutnya "Centang (ΓΌ)" Install third party software for graphics and Wi-Fi hardware, flash, MP3 and other media. Untuk melakukan installasi perangkat lunak pihak ketiga untuk grafik dan perangkat keras Wi-Fi, flash, MP3 dan media lainnya (jika anda tidak ingin melakukan installasi dari pihak ketiga anda bisa langsung memilih Continue). Lalu klik "Continue".


16. Selanjutnya akan ditampilkan jenis installasi yang dapat anda pilih. Dikarenakan tidak adanya sistem operasi lain yang sudah terinstall pada harddisk yang saya gunakan, jadi hanya tersedia 2 pilihan yang dapat digunakan. Lain halnya Jika sudah ada sistem operasi lain, maka pilihan yang tersedia menjadi 3 (tiga) dimana tambahan pilihan tersebut adalah untuk melakukan instalasi multi operating system.


Saya akan menjelaskan sedikit tentang 2 pilihan yang dapat digunakan yaitu :
  • Erase disk and install Linux Mint, pilihan pertama ini digunakan untuk menghapus seluruh partisi sistem operasi, dan data yang ada di dalam hard disk, kemudian menggantinya dengan partisi dan sistem operasi Linux mint.
  • Something Else, pilihan kedua ini digunakan untuk melakukan pembuatan partisi hard disk secara manual dengan menentukan sendiri berapa partisi yang akan anda gunakan. Serta partisi yang mana yang akan anda gunakan untuk melakukan installasi sistem operasi Linux mint.
Disini saya memilih pilihan kedua yaitu : "Something Else" untuk melakukan pembuatan partisi hard disk secara manual. Lalu klik "Continue".

17. Selanjutnya karena hard disk yang digunakan belum memiliki tabel partisi, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat tabel partisi terlebih dahulu untuk hard disk tersebut. Caranya yaitu : Klik "New Partition Table". Proses ini akan menampilkan peringatan, karena akan menghapus partisi yang sudah dibuat sebelumnya (jika ada). Lalu klik "Continue".


18. Selanjutnya setelah hard disk memiliki tabel partisi, barulah anda dapat melakukan pembuatan partisi pada hard disk yang digunakan dengan cara memilih "free space". Lalu klik "icon + (symbol tambah)" yang ada dibagian tengah sebelah kiri dari layar untuk memulai pembuatan partisi baru secara manual.


19. Selanjutnya yaitu membuat partisi, partisi pertama yang akan saya buat yaitu partisi Boot. Partisi /boot ini digunakan untuk menyimpan file boot loader dan semua images dari kernel, yang berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer melakukan booting saat baru dinyalakan. Caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian size untuk pengaturan ukuran partisi boot yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan "500 MB". Lalu pada bagian Type for the new partition, pilih "Primary" karena partisi pertama yang akan dibuat sebagai partisi boot loader. Untuk partisi selanjutnya dapat memilih pilihan Primary atau Logical. Pilihan primary dapat digunakan maksimal untuk 4 buah partisi. Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Bagian Use as digunakan untuk memilih jenis file sistem yang akan digunakan pilih "Ext4 journaling file system". Dan untuk bagian mount point pilih "/boot". Lalu klik "OK".


20. Selanjutnya membuat partisi yang kedua yaitu partisi Root. Partisi root ini digunakan untuk tempat penyimpanan untuk menginstall sistem dari Linux mint. Jika pada sistem operasi windows hampir sama dengan Partisi C. Caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian Size untuk pengaturan ukuran partisi root yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan "10000 (10GB)". Lalu pada bagian Type for the new partition, pilih "Logical". Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Lalu pada bagian Use as pilih "Ext4 journaling file system". Dan untuk bagian mount point pilih "/". Lalu klik "OK".


21. Selanjutnya membuat partisi yang ketiga yaitu partisi Home. Partisi home ini digunakan untuk tempat penyimpanan data. Jika pada sistem operasi windows diibaratkan sama seperti partisi D atau E. Caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian Size untuk pengaturan ukuran partisi home yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan "20000 (20GB)". Lalu pada bagian Type for the new partition, pilih "Logical". Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Lalu pada bagian Use as pilih "Ext4 journaling file system". Dan untuk bagian mount point pilih "/home". Lalu klik "OK".


22. Selanjutnya membuat partisi yang ke empat yaitu partisi Swap. Partisi swap merupakan ruang pada hard disk yang akan dijadikan sebagai virtual memory. Swap berfungsi untuk memberikan dukungan pada memori fisik RAM (Random Acces Memori) pada komputer. Untuk ukuran partisi swap dapat disesuaikan dengan ukuran memori utama komputer, dan biasanya ukuran swap adalah 2 (dua) kali ukuran memori utama. Jadi, apabila ukuran memori utama komputer anda adalah 1GB maka disarankan membuat ukuran swap 2 GB. Tetapi tidak seterusnya harus seperti itu sesuaikan saja dengan kebutuhan anda. Untuk membuat partisi swap caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian Size untuk pengaturan ukuran partisi swap yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan sisa dari penyimpanan hard disk virtual saya yaitu "1712 yaitu sekitar (1,7GB)". Lalu pada bagian Type for the new partition pilih "Logical". Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Lalu pada bagian Use as pilih "swap area". Lalu klik "OK".


23. Selanjutnya setelah selesai membuat ke empat partisi tersebut, langkah selanjutnya yaitu memilih partisi root sebagai tempat penyimpanan sistem untuk Linux mint. Caranya yaitu pilih "partisi root  /" yang sudah dibuat tadi. Lalu klik "Install Now".


24. Selanjutnya proses ini akan menampilkan peringatan tentang pembuatan partisi yang telah dibuat tadi. Lalu klik "Continue".


25. Selanjutnya anda diminta untuk menentukan lokasi dimana anda tinggal. Untuk mengganti lokasi dapat dilakukan dengan cara menekan kursor pada bagian pulau yang sesuai dengan lokasi tempat tinggal anda atau dengan cara menuliskan lokasi tempat tinggal anda pada bagian kotak isian. Di saat anda menuliskan lokasi yang diinginkan, secara otomatis akan muncul daftar lokasi yang dapat anda pilih. Disini saya memilih "Jakarta" (sesuai dengan lokasi tempat tinggal saya). Lalu klik "Continue".


26. Selanjutnya akan tampil isian untuk pembuatan identitas komputer dan account yang akan digunakan. Pada bagian Your name digunakan sebagai nama pemilik komputer. Disini saya menggunakan nama saya yaitu "nafis". Berikutnya pada bagian Your computer’s name digunakan sebagai identitas komputer ketika berkomunikasi dengan komputer lain dalam sebuah jaringan, dan biasanya secara otomatis akan terisi ketika anda menulis isian dari your name. Disini saya mengisinya sesuai dengan defaultnya yaitu "nafis-VirtualBox". Anda dapat menggantinya sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk bagian Pick a username dan Choose a password akan digunakan sebagai account login ke sistem operasi linux mint. Sementara isian Confirm your password di isi kembali sama dengan isi pada bagian Choose a password. Disini saya menggunakan Pick a username dengan nama saya "nafis". Dan Choose a password "12345" begitupun dengan Confirm your password "12345" (Sesuaikan dengan keinginan anda). 


Dalam proses pembuatan account ini, Linux mint memberikan 2 (dua) pilihan untuk menggunakan sistem operasi Linux mint. Yaitu :
  • Log in automatically yang dapat digunakan oleh pengguna untuk masuk ke dalam sistem operasi Linux mint tanpa harus menggunakan account yang telah ditentukan.
  • Require my password to log in, mengharuskan penggunanya untuk login terlebih dahulu dengan accout yang sudah ditentukan.
Disini saya memilih "Log in automatically". Karena untuk mempermudah saya untuk masuk ke dalam sistem operasi Linux mint tanpa harus menggunakan account yang telah ditentukan. Lalu klik "Continue".

27. Selanjutnya setelah selesai melakukan pembuatan account, Proses installasi selanjutnya akan melakukan penyalinan file dan pengaturan yang telah ditentukan sebelumnya. Sambil menunggu selesai, proses installasi ini akan menampilkan informasi dan fasilitas yang tersedia pada sistem operasi Linux Mint yang telah di install.


28. Selanjutnya setelah proses installasi Linux Mint selesai, anda masih dapat melanjutkan penggunaan LiveCD dengan mengklik tombol Continue Testing atau melakukan booting ulang untuk mencoba sistem operasi Linux Mint yang baru di install dengan mengklik tombol Restart Now. 


Disini saya memilih "Restart Now". Karena tujuan saya adalah untuk mencoba sistem operasi Linux Mint yang baru di install.

29. Selanjutnya setelah komputer melakukan booting, maka akan muncul perintah seperti ini. Perintah ini memerintahkan anda untuk menghapus media instalasi yaitu dengan menekan tombol "Enter" pada keyboard anda.


30. Selanjutnya Linux mint sudah berhasil di install dan sudah dapat anda gunakan. Berikut adalah tampilan desktop dari Linux mint.



Kelebihan Linux Mint :
  1. Memiliki tampilan desktop yang menarik.
  2. Mudah dalam installasi.
  3. Fitur Update dan Upgrade.
  4. Aplikasi bawaan yang cukup komplit (Pengolah Kata, pengolah angka, presentasi, dan lain-lain).
  5. Sudah banyak forum komunitas linux mint.
  6. Kelengkapan Software yang memadai.
  7. Ringan, sehingga memungkinkan untuk digunakan pada PC dengan spesifikasi rendah.
  8. Dilengkapi dengan code multimedia.
  9. Tidak membutuhkan pengemudi onboard.
  10. Dilengkapi dengan pencarian applikasi terfaforit.
  11. Sudah terintegrasi dengan Java Runtime.
  12. Dapat langsung dijalankan melalui USB Flash Drive dengan menggunakan UNET booting system operasi Windows.
  13. Tampilan boot yang lebih baik dengan menggunakan GFXboot.

Kekurangan Linux Mint :
  1. Kurangnya dukungan untuk beberapa driver perangkat keras, seperti printer Canon IP 1300 dan kartu grafis Nvidia tidak dapat melepaskan kode sumber untuk perangkat keras yang mereka keluarkan.
  2. Para pengembang perangkat lunak sangat jarang membuat program yang dapat berjalan pada sistem Linux seperti Toserba, kasir dan stok gudang.
  3. Beberapa komputer terasa berat saat menggunakan edisi Cinnamon.
  4. Setiap hari harus di Update.
  5. Installasi driver yang cukup rumit untuk pemula.
  6. Belum sepopuler distro lainnya.
  7. Hardware resource linux mint lebih sedikit.
  8. Installer yang membingungkan.
  9. Rilis stabilnya out-of-date.

Fitur-Fitur Linux Mint :

1. GTK 3.22 Memberikan Tampilan Dan Nuansa Yang Segar.
Linux Mint 19 menggunakan GTK 3.22 dan ini memberi Linux Mint 19 tampilan yang sempurna. Dengan menggunakan linux mint kita akan melihat bahwa jendela dan antarmuka aplikasi memiliki tampilan yang lebih datar dan ramping. Perubahan halus ini membuat Mint 19 UI (User Interface) lebih menyenangkan dan enak dipandang mata.

2. Cinnamon 3.8.
Cinnamon 3.8 telah dirilis untuk distro Linux lainnya tetapi belum dirilis pada Mint 18. Linux Mint 19 akan menjadi versi Mint pertama untuk mendapatkan desktop Cinnamon baru.

3. Cinnamon Membuka Aplikasi Lebih Cepat Di Linux Mint 19.
Tim Linux Mint melihat bahwa aplikasi di edisi MATE dan Xfce Linux Mint memuat aplikasi lebih cepat. Hal ini menyebabkan penyelidikan kinerja Cinnamon dalam meluncurkan aplikasi telah dilakukan. Berdasarkan penyelidikan, Cinnamon 3.8 telah diperbaiki untuk membuka aplikasi dengan cepat. Yang berarti Linux mint 19 cinnamon akan terasa sedikit lebih cepat jika dibandingkan sebelumnya.

4. Layar Selamat Datang Baru Linux Mint.
Layar Welcome ( selamat datang ) Mint memiliki perubahan UI  dengan tautan langsung ke panduan pengguna dan petunjuk tentang hal-hal yang mungkin ingin dilakukan pengguna seperti menginstal codec, aplikasi populer, backup, memilih pengaturan populer, dll.

5. Volume Maksimum Yang Dapat Dikonfigurasikan.
Dalam versi Linux Mint sebelumnya, jika kita ingin meningkatkan volume melebihi 100%, kita dapat melakukannya dari pengaturan audio. Namun, ini tidak terkait dengan tombol volume di sistem kita. Kita tidak dapat melampaui 100% dengan kunci multimedia. Di Linux mint 19 kita dapat mengatur volume maksimum dimana saja antara 0 hingga 150%.

6. Perubahan Mint Update.
Mint Update telah melakukan perbaikan juga. Secara default, sistem tidak akan menampilkan pembaruan berdasarkan tingkat yang rekomendasi lagi. Sebaliknya, sistem memiliki pembaruan yang dikategorikan ke dalam beberapa jenis yakni : keamanan, kernel dan pembaruan perangkat lunak. Pembaruan manajer bergantung pada pencadangan timeshift untuk stabilitas sistem. Jika Timeshift tidak diatur, kita akan mendapatkan peringatan.

7. Pembaruan Manajer Perangkat Lunak (Software Manager).
Antarmuka pengguna dari Manajer Perangkat Lunak telah disempurnakan dan animasi transisi baru telah ditambahkan. Pencarian telah menjadi lebih cepat dan sekarang memungkinkan untuk mencari dalam bentuk kategori. Artinya, jika kita berada dalam kategori Permainan, kita hanya akan melihat game untuk query yang dicari.

8. Perbaikan Pada File Manager Nemo.
Ada beberapa peningkatan kinerja dalam file manager Nemo. Sekarang nemo lebih cepat dalam menampilkan isi direktori dan tidak terjadi lag saat memindahkan file ke perangkat USB. Pemindahan file ke flashdisk bisa menjadi lebih cepat.

9. Perbaikan Pada Pembaca PDF Default.
Pembaca PDF default pada linux mint, Xreader, telah dilakukan perbaikan. Kita sekarang dapat mengatur ukuran thumbnail, menghapus anotasi dan menyimpan dokumen ePub.

10. Tidak Ada Pengumpulan Data.
Salah satu yang paling banyak dibicarakan tentang "fitur" di Ubuntu 18.04 adalah kumpulan statistik perangkat keras dan statistik preferensi aplikasi. Meskipun linux mint 19 didasarkan pada Ubuntu 18.04, namun linux mint tidak akan mengumpulkan data semacam itu.

11. Tidak Ada Edisi KDE.
Linux Mint 18.3 adalah rilis terakhir untuk memiliki versi KDE resmi. KDE dihapus dari Linux mint 19. Linux mint 19 hanya mengeluarkan tiga buah edisi atau varian saja yakni Linux mint Cinnamon, MATE dan Xfce.

12. Di Bawah Optimasi Kinerja Hood.
Ada peningkatan dukungan untuk HIDPI. Harapan desktop Cinnamon yang lebih cantik di layar HD. Terlepas dari perubahan visual, ada sedikit peningkatan kinerja juga. Dekstop Cinnamon sedikit lebih cepat saat boot. Komputasi optimasi membawa biner terkompilasi yang dioptimalkan untuk Cinnamon atau Xapps.

13. Backup jadi Mudah dengan Timeshift.
Linux Timeshift Mint adalah alat cadangan yang sangat baik untuk Linux. Dengan fitur baru dan lebih baik, Timeshift menjadi bagian integral dari Linux Mint. Dengan Timeshift, kita dapat mengambil snapsot dari sistem kita secara otomatis dan jika ada masalah, kita dapat dengan mudah mengembalikannya sistem kita ke keadaan sebelumnya.

14. Atwork.
Seperti biasanya pada setiap rilis terbaru linux mint akan membawa sejumlah artwork baru, diantarannya yaitu : Background (Wallpaper) dan Ikon.

15. LTS.
Linux mint 19 merupakan versi LTS yang mendapatkan dukungan jangka panjang hingga 5 tahun kedepan. Kita akan mendapatkan dukungan keamanan hingga 2023.


Perbedaan Linux Mint Dengan Linux Debian :

1. Tujuan Pembuatan, tujuan keduanya tentu tidak jauh beda, hanya saja Linux Mint lebih mengutamakan pada masalah kehandalan sistem dan interface. Hal ini membuat ukuran installasi Linux Mint cenderung lebih kecil dibanding Ubuntu. Ubuntu sendiri lebih cocok menjadi sistem operasi untuk kebutuhan sehari-hari dan unggul dalam dukungan aktivitas desktop lebih lengkap saat pertama kali diinstall bila dibandingkan dengan Mint.

2. Antarmuka Pengguna, linux Mint punya banyak sekali pilihan desktop environment yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan user. Kita dapat memilih apakah akan menggunakan antar muka KDE, Mate, XFCE, atau Cinnamon. Sedangkan Ubuntu hadir dengan antarmuka berbasis GNOME dengan tampilan Unity yang tersedia dalam 2D dan 3D serta adanya opsi untuk melakukan pencarian online di dashboard.

3. Kecepatan dan Keringanan, dari awal Mint dibuat agar lebih ringan dan lebih efektif, untuk itulah Mint lebih unggul dibandingkan dengan Ubuntu, terutama perangkat yang Kita gunakan adalah perangkat keras lama. Akan tetapi, Ubuntu pun memiliki kecepatan yang tidak kalah dengan Linux Mint.

4. Aplikasi Default Setelah Instalasi, linux Mint dan Ubuntu menawarkan aplikasi paska instalasi yang sangat beragam. Akan tetapi, Linux Mint hadir dengan aplikasi bawaan default yang terbilang lengkap, seperti Java, Flash, codec audio atau video dan lainnya. Sedangkan pada Ubuntu menawarkan aplikasi tersebut sebagian dengan cara unduh selama installasi. Itu artinya, kita harus punya koneksi internet supaya bisa menginstall aplikasi-aplikasi tersebut.

5. Proses Installasi dan Download, ubuntu dan Linux Mint sama-sama bisa kita unduh. Perbedaannya akan sangat terlihat dari kecepatan mendownload. Hal ini karena Ubuntu berukuran besar, dan juga server Ubuntu akan secara otomatis memilih server yang dekat dengan lokasi IP-mu. Ubuntu akan menyediakan opsi untuk diinstall sebagai program pada Windows, hal ini membuat Ubuntu dapat dihapus dengan mudah bila ingin di uninstall. Sedangkan Linux Mint bisa melakukan hal yang sama, akan tetapi lebih baik untuk menginstall Mint tanpa lewat UEFI, sebab kita perlu memformat ulang seluruh partisi.

6. Biaya, kita bisa mengunduh Ubuntu dan Mint secara gratis. Akan tetapi pada Ubuntu, kita harus membayar biaya tertentu bila ingin dukungan dari profesional. Sedangkan untuk Mint merupakan sistem operasi yang benar-benar gratis dan mengandalkan pembiayaan dari donasi pengguna, mitra, sponsor dan lainnya.

7. Lokasi Bar Menu, perbedaan yang satu ini merupakan perbedaan yang paling tidak terlihat. Pada tampilan Ubuntu, jendela aplikasi lebih mirip MacOS, yaitu bila menu terdapat di bagian atas layar aplikasi yang tengah dijalankan. Sedangkan pada Mint, bila menu melekat pada jendela aplikasi seperti halnya tampilan pada Windows.

8. Sama-sama Debian-based, tetapi beda kode, ubuntu dan Linux Mint sama-sama merupakan sistem operasi dengan kernel Linux yang berbasis pada kode Debian. Faktanya, Linux Mint merupakan pengembangan lanjutan dari Ubuntu. Akan tetapi walaupun source kode mereka sama, tetapi pengembangan dan modifikasi yang dilakukan oleh para pengembang distro ini berbeda.

9. Tingkat popularitas, linux Mint dan Ubuntu sama-sama merupakan distro Linux yang sangat populer. Menurut Distro Watch pada April 2013, Linux Mint adalah distro linux yang paling populer. Sementara menurut survei lainnya termasuk dari PC World dan ZDNet Ubuntu adalah distribusi Linux yang populer. Mint menjadi sistem paling populer ke-4 setelah Windows, OS X, dan Ubuntu. Pada 2013, Ubuntu telah diunduh sebanyak 81 ribu kali dari CNET sementara Mint diunduh sebanyak dua ribu kali.

0 Response to "Pertemuan 14"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel