Pertemuan 16
Assalammualaikum Wr. Wb. Balik lagi sama saya Muhammad
Syamsul Jamilus Subhi, sekarang saya ingin memberi tahu kalian bagaimana sih
cara install Kali-Linux di Virtual-Box ? Ok di baca sampai habis dan ikuti
Langkah – Langkah seperti berikut :
1. Seperti
biasa pertama kita harus buka Virtual Boxnya jika kalian belum mempunyai
virtual boxnya bisa di download terlebih dahulu.
2. Klik
New > Masukan nama yang ingin kalian inginkan > Untuk Type ubah ke Linux
> dan Versionnya ubah ke Linux 2.6 / 3.x / 4.x (64bit) atau Linux 2.6 / 3.x
/ 4.x (32bit) tergantung bit iso kali linux yang kalian download > Lalu klik
Next.
3. Beri
kapasitas ram sesuai yang kalian inginkan tapi jangan sampai melebihi batas
warna Hijau > Lalu klik Next.
4. Pilih
Create a virtual hard disk now > lalu klik Create.
5. Pilih
VDI ( Virtual Disk Image ) > lalu klik Next.
6. Pilih
Dynamically allocated > lalu klik Next.
7. Atur
partisi Hard disk kalian ingin berapa GB > lalu klik Create.
8. Jika
sudah begini. Kita tinggal klik Start.
9. Lalu
klik pada gambar bagian seperti folder.
10. Klik
Add > Lalu cari iso Kali Linux yang kalian download tadi > Lalu klik
Open.
11. Lalu
klik 1x pada iso yang tadi kita masukan > lalu Klik Choose.
12. Jika
sudah begini bisa kalian Klik Start untuk memulai proses instalasinya.
13. Jika
sudah kita pilih Graphical Install > lalu Enter.
14. Disini
kita pilih Bahasa Inggris. English – English jika ingin berbahasa Indonesia
bisa pilih Indonesia – Bahasa Indonesia. Jika sudah klik continue.
15. Disini
pilih Other > lalu klik Continue.
16. Disini
kita pilih Asia > lalu klik Continue.
17. Disini
kita pilih Indonesia > lalu klik Continue.
18. Disini
kita Default aja pilih United States > lalu klik Continue.
19. Disini
untuk keyboard kita default juga pilih American English > Lalu klik
Continue.
20. Jika
sudah begini kita tunggu saja sampai selesai.
21. Disini
di hostname kita default juga biarkan saja “ kali “ , tetapi jika kalian ingin
berbeda silakan bebas, jika sudah Klik Continue.
22. Untuk
domain kosongkan saja jika kalian tidak mempunyai domain, jika kalian mempunyai
domain silakan bisa diisi domain kalian. Jika sudah klik continue.
23. Disini
masukan nama lengkap kalian / nama kalian, jika sudah klik Continue.
24. Disini
biarkan saja default tapi kita harus mengingat username kita jgn sampai lupa,
lalu tinggal klik Continue saja.
25. Lalu
masukan password semau kalian utamakan yang mudah diingat agar tidak lupa, jika
sudah dimasukan klik Continue.
26. Disini
pilih sesuai kota yang kalian tinggali, jika sudah klik Continue.
27. Jika
sudah begini kita tunggu lagi sampai selesai.
28. Jika
sudah selesai kalian diminta untuk mengatur partisi hard disk, jika kalian
ingin mengatur partisi hard disk secara manual kalian bisa pilih manual, disini
saya pilih Guided – use entire disk agar otomatis mengatur partisi hardisknya,
lalu klik Continue.
29. Jika
sudah begini. Kalian tinggal klik Continue.
30. Disini
Saya pilih Separate /home partition, lalu klik Continue.
31. Jika
sudah begini kalian pilih Finish, lalu klik Continue.
32. Disini
Pilih Yes, lalu klik Continue.
33. Jika
sudah begini kita tunggu lagi sampai selesai.
34. Disini
kita pilih No saja lalu klik Continue.
35. Disini
kita pilih Yes, lalu Klik Continue.
36. Lalu
disini kita pilih yang /dev/sda (ata-VBOX_HARDDISK_VB3d71e3dl-01d0bcb7), lalu
klik Continue.
37. Lalu
kita tunggu lagi sampai selesai.
38. Jika
sudah begini itu tandanya proses instalasi kita sudah kelar. Lalu klik
continue.
39. Kita
tunggu lagi sebentar disini.
40. Dan
BOOM sudah selesai, ini adalah tampilan kali lunux. Kalian bisa masukan
username dan password yang kalian masukan saat waktu install kali linux.
41. Dan
inilah tampilan Dekstop Kali-Linux. Selesai.
Kelebihan Kali Linux :
- Stremaing Security serta update package dari repositori debian sinkronisasi dengan repositori debian 4 kali sehari, terus memberikan Anda dengan update paket terbaru dan perbaikan keamanan yang tersedia.
- Packaging file debian dari masing – masing tools Kali Linux jadi tool-tool pada Kali linux bisa di gunakan oleh distro yang lain yang masih turunan dari linux Debian, seperti Ubuntu, Blankon, dll.
- Pemaketan/packaging jangka panjang & sering maintenance pada bug-bug di tools-nya.
- Bisa menggunakan banyak desktop evironment misal KDE, LXDE, XFCE.
- Kemudahan update untuk versi kali linux terbaru.
- Support jangka panjang pada pengembangan jangka panjang pada ARM Hardware.
- Automatis Instalasi pada Kali.
- Costum ISO & Boostraps.
Kekurangan Kali Linux :
- Sistem operasi Kali Linux sulit untuk dipelajari, terutama yang belum mempunyai kemampuan komputer sama sekali.
- Belum banyak aplikasi yang mendukung Linux.
- Tampilan dari sistem operasi ini kurang menarik.
- Tidak banyak dukungan dari hardware-hardware tertentu.
Fitur-Fitur Kali Linux :
- Terdapat 300 lebih alat penetration testing yang telah di sempurnakan.
- Gratis sampai kapan pun.
- Open source git tree.
- Mengikuti FHS complaint.
- Dukungan perangkat wireless yang luas.
- Modifikasi kernel yang sudah di patch untuk injection.
- Lingkungan pengembang yang aman.
- Mempunyai banyak bahasa.
- Dapat di modifikasi sesuka hati.
- Mendukung ARMEL dan ARMHF.
Perbedaan Kali Linux dan Parrot :
- Tampilan Interface Parrot OS dibangun menggunakan Ubuntu-Matte-Desktop-Environment. Ada dua bagian yang jelas. Di atas, Anda melihat panel yang berisi Application, Place, System yang sangat mirip Kali itu sendiri. Parrot OS juga memberikan beberapa informasi keren tentang suhu CPU beserta grafik penggunaannya. Panel bawah berisi manajer menu dan manajer workstation. Sedangkan Kali Linux sendiri menggunakan interface GNOME yang terkesan simpel menurut penulis.
- Tools kedua OS tersebut memiliki list tools yang kurang lebih sama, Namun ParrotOS menang satu langkah lagi disini. Karena ParrotOS memiliki semua tools yang ada di Kali Linux PLUS beberapa tools yang ditambahkan sendiri oleh ParrotOS.
- Performa Kali Linux akan menjadi sedikit lemot saat digunakan beberapa khususnya saat menjalankan program bruteforce atau sedang generate word list untuk kepentingan crack password. Sedangkan Parrot OS sendiri terasa lebih user friendly dan lebih ringan dijalankan bahkan untuk komputer yang sudah lama.









































0 Response to "Pertemuan 16"
Posting Komentar