Pertemuan 9

Perkenalkan Nama saya Nafis Albab Alfasha, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstall Windows 7 menggunakan VirtualBox, berikut langkah-langkah dalam melakukan installasinya :

1. Langkah pertama, buka VirtualBoxnya, jika anda belum mempunyai VirtualBoxnya anda bisa download disini : https://www.virtualbox.org/. Setelah selesai downloadnya silahkan anda install VirtualBoxnya setelah terinstall Buka VirtualBoxnya.


2. Selanjutnya setelah membuka VirtualBox anda, lalu klik "New", berikutnya akan muncul layar create virtual machine. Lalu isi nama sistem operasinya pada bagian Name. Disini saya menamainya "Windows 7" (sesuaikan dengan keinginan anda). Lalu pada bagian Type pilih "Microsoft Windows" sesuai dengan sistem operasi yang diinstall. Untuk Versionnya pilih "Windows 7 (32bit)", karena ISO yang saya gunakan ISO Windows 7 (32bit), tetapi jika anda menggunakan ISO Windows 7 (64bit) maka anda pilih yang Windows 7 (64bit). Untuk ISOnya anda bisa download disini : https://www.getmyos.com/name/windows-7. Kemudian klik "Next".


3. Selanjutnya yaitu mengatur size RAM yang akan dialokasikan untuk mesin virtual dalam satuan Megabyte. Disini saya mengaturnya menjadi "1024 MB (1GB)", Kalau mau lebih atau kurang dari 1024 MB (1GB) juga tidak masalah (sesuaikan dengan kebutuhan anda). Lalu klik "Next".


4. Selanjutnya yaitu memilih bagian pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual Windows 7. 


Dalam pengaturan hard disk virtual, virtualbox menyediakan 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan yaitu  : 
  • Do not add a virtual hard disk.
Opsi pertama ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Windows 7 selesai dilakukan.
  • Create a virtual hard disk now.
Opsi kedua ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Windows 7. 
  • Use an existing virtual hard disk file.
Opsi ketiga ini digunakan untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.

Dari ketiga opsi tersebut saya memilih opsi yang kedua yaitu : "Create a virtual hard disk now". Karena disini saya akan membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Windows 7. Lalu klik "Create".

5. Selanjutnya yaitu menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. VirtualBox mendukung pembacaan jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VDI (Virtual Disk Image) format file standar dari VirtualBox, VHD (Virtual Hard Disk) format dari Microsoft Virtual PC, serta VMDK (Virtual Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware.



Disini saya memilih "VDI (Virtual Disk Image)" sesuai dengan format file standar dari VirtualBox. Lalu klik "Next".

6. Selanjutnya yaitu menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).


Untuk menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik. VirtualBox menyediakan 2 pilihan diantaranya  yaitu :
  • Dynamically allocated, yaitu kapasitas hard disk fisik yang akan digunakan berdasarkan pada berapa kapasitas hard disk virtual yang sudah terpakai dan tidak berdasarkan pada berapa ukuran hard disk virtual yang telah ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
  • Fixed size, yaitu kapasitas hard disk fisik yang akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual yang telah dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.
Disini saya memilih pilihan pertama yaitu : "Dynamically allocated" untuk menentukan Kapasitas hard disk virtual yang akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan. Lalu klik "Next".

7. Selanjutnya pada layar berikutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file-file mesin virtual yang akan dibuat. Pada nama folder installasi virtualbox anda dapat mengisi sesuai dengan keinginan anda disini saya menamainya sesuai dengan sistem operasinya yaitu "Windows 7", lalu atur kapasitas hard disk sesuai dengan kebutuhan anda. Disini saya menggunakan "50GB" saya rasa cukup karena hanya untuk percobaan penginstalan menggunakan VirtualBox jika anda mau lebih atau kurang juga tidak masalah (sesuaikan saja dengan kebutuhan anda). Lalu klik "Create".


8. Selanjutnya setelah selesai melakukan proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox akan ditampilkan sebuah mesin virtual Windows 7 yang telah dibuat tadi, lalu klik "Start"


9. Selanjutnya setelah klik start akan muncul tampilan layar seperti ini. disini anda masukan ISO yang sudah anda download tadi. Caranya : Klik seperti yang gambar "Folder", berikutnya cari tempat penyimpanan ISO yang sudah anda download tadi, lalu pilih ISO yang sudah anda download tadi.  Lalu klik "Open".


10. Selanjutnya tampilannya akan menjadi seperti ini, silahkan anda klik "Start".


11. Selanjutnya setelah itu anda akan berada di halaman utama penginstallan Windows 7, disini anda dapat menentukan bahasa yang akan digunakan pada saat penginstallan Windows 7 yaitu pada bagian Language to install, pada bagian ini saya memilih bahasa inggris "English". Kemudian anda dapat menentukan format waktu pada bagian Time and currency format pada bagian ini saya memilih "English (United States)". Berikutnya pada bagian keyboard or input method saya memilih "US". Lalu klik "Next".


12. Selanjutnya pada bagian ini, jika anda ingin melakukan proses instalasi pilih Install now, tetapi jika anda ingin melakukan proses perbaikan Windows 7 yang sudah di install pada komputer pilih Repair your computer. Disini saya memilih "Install now". Karena tujuan utama saya adalah untuk melakukan installasi Windows 7.


13. Selanjutnya akan ditampilkan lisensi penggunaan dari windows 7. Pada bagian ini centang "(ΓΌ ) I accept the license terms". Lalu klik "Next".


14. Selanjutnya pada bagian ini akan diberikan 2 (dua) opsi untuk melakukan proses installasi Windows 7 yaitu :
  • Opsi Upgrade, yang digunakan untuk memperbaharui versi Windows yang sudah ada pada komputer.
  • Opsi Custom (advanced), yang digunakan untuk melakukan installasi baru Windows 7 ke komputer. Serta untuk melakukan pembuatan partisi hard disk secara manual, menentukan posisi proses installasi dan pengaturan-pengaturan lainnya sesuai dengan kebutuhan anda.


Dibagian ini saya memilih opsi "Custom (advanced)" untuk melakukan instalasi baru Windows 7 ke komputer. Serta untuk melakukan pembuatan partisi hard disk secara manual.

15. Selanjutnya akan muncul jendela pembagian partisi hard disk. Pada bagian ini dapat anda melihat berapa total keseluruhan hard disk virtual yang telah anda buat tadi pada bagian Disk 0 Unallocated Space. Langkah berikutnya yaitu membaginya menjadi beberapa partisi. Disini saya akan membagi partisinya menjadi 2 partisi yaitu C dan D. Langkah pertamanya yaitu pilih "Drive options (advanced)".


16. Selanjutnya pilih "Disk 0 Unallocated Space" dan klik "New", berikutnya yaitu membuat dan menentukan ukuran (Size) dari partisi C ini. Saya mengisi Sizenya dengan 25 GB dengan perhitungan seperti ini yaitu : 25x1024 (1 GB) = 25600 MB + 100 MB (Partisi system) jadi = "25700 MB" (untuk total partisi C supaya menjadi pas 25 GB). Lalu klik "Apply". Kemudian akan muncul sebuah peringatan dari Windows 7 secara otomatis tentang pembuatan partisi tambahan dengan ukuran sekitar 100 MB. karena hard disk belum memiliki partisi master boot record. Partisi tersebut akan digunakan sebagai system tempat pembacaan awal saat komputer dihidupkan. Kemudian klik "OK". Dan partisi C pun telah berhasil dibuat dengan nama Disk 0 Partition 2  dengan type primary. Yang perlu anda ingat adalah, partisi yang dibuat dalam proses ini semuanya menjadi partisi primary, sehingga maksimal partisi yang bisa dibuat hanya 4 (empat) buah partisi. 




17. Selanjutnya yaitu membuat dan menentukan ukuran (Size) dari partisi D menggunakan sisa dari kapasitas hard disk yang telah dibuat partisi C tadi yang terdapat pada Disk 0 Unallocated Space. Caranya yaitu pilih "Disk 0 Unallocated Space" dan klik "New". Lalu pada bagian Sizenya sesuaikan dengan sisanya yaitu : "25498 MB" (24,9 GB). Lalu klik "Apply". Dan partisi D pun telah berhasil dibuat dengan nama Disk 0 Partition 3 dengan type primary.



18. Selanjutnya setelah selesai membuat partisi C dan D. Langkah berikutnya yaitu menentukan di partisi mana Windows 7 akan diinstall dengan cara meletakkan posisi kursor pada partisi yang diinginkan. Disini saya memilih "Disk 0 Partition 2 ( Partisi C )" sebagai tempat untuk melakukan penginstallan Windows 7. Setelah itu tekan tombol "Next" untuk memulai proses installasi Windows 7.


19. Dalam proses installasi, komputer akan booting ulang beberapa kali dan melanjutkan proses installasi secara otomatis. 


20. Selanjutnya setelah proses installasi awal selesai, langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah membuat account pengguna yaitu pada bagian Type a username yang digunakan untuk login ke dalam sistem operasi windows 7. Disini saya mengisinya dengan nama saya yaitu "Nafis" (sesuaikan dengan keinginan anda). Dan pada bagian Type a computer name yang digunakan untuk penamaan dari komputer anda. Yang otomatis terisi juga pada saat mengisi username yaitu menjadi "Nafis-PC". Lalu klik "Next".


21. Selanjutnya adalah membuat kata kunci (password) untuk pengguna (user) yang telah dibuat. (sesuaikan dengan keinginan anda jika anda tidak ingin membuat password anda bisa langsung klik Next). Dibagian ini saya mengisi Type a password (recommended) "12345", begitupun pada bagian Retype your password "12345", dan pada bagian Type a password hint (required) "123456789". Lalu klik tombol "Next" untuk melanjutkan proses installasi.


22. Selanjutnya pada bagian ini, anda akan diminta untuk mengisikan serial atau kunci produk dari Windows 7 yang anda gunakan. Jika anda tidak memiliki kunci produk Windows 7 yang anda gunakan, Microsoft masih memperbolehkan anda untuk menggunakannya selama 30 hari. Proses pengisian kunci produk ini juga bisa anda lakukan saat Windows 7 sudah selesai anda install. Karena saya belum mempunyai kode lisensi Windows 7. Jadi saya langsung mengklik tombol "Next" untuk melanjutkan proses installasi.


23. Selanjutnya anda akan diminta untuk menentukan proses update (memperbaharui) sistem operasi Windows 7 yang anda gunakan. Jika komputer yang anda gunakan terhubung ke Internet, sebaiknya anda menggunakan pilihan Use recommended settings atau Install important updates only agar sistem operasi yang anda gunakan akan selalu diperbaharui sehingga keamanan dari sistem operasi yang anda gunakan dapat lebih terjamin. Karena saya tidak terhubung ke internet maka saya  memilih "Ask me later".


24. Selanjutnya yaitu menentukan zona waktu yang akan digunakan seperti jam dan tanggal komputer. Pada bagian ini anda cukup memilih Time zone sesuai dengan tempat tinggal anda tanpa perlu mengatur tanggal dan jamnya. Karena jam dan tanggal mengikuti Time zone yang anda pilih. Disini saya memilih Time zone sesuai dengan tempat tinggal saya yaitu : " (UTC+07:00) Bangkok, Hanoi, Jakarta". Lalu klik "Next".


25. Selanjutnya yaitu pada pengaturan koneksi jaringan, Jika komputer yang sedang anda install terhubung ke jaringan, anda akan diminta untuk menentukan jenis koneksi jaringan yang digunakan. 


Terdapat 3 pengaturan koneksi jaringan yang dapat anda pilih yaitu :
  • Home network
Pilihan ini digunakan jika komputer anda terhubung ke dalam jaringan yang dapat dipercaya, karena dalam pilihan ini, anda dapat berbagi (sharing) dokumen yang anda miliki dengan pengguna di komputer lain.
  • Work network
Pilihan ini bisa dikatakan hampir sama fiturnya dengan home network.
  • Public network
Pilihan ini digunakan jika komputer yang anda gunakan terhubung ke dalam jaringan publik seperti cafe dan hotspot.

Pada bagian ini saya memilih "Public network" karena komputer yang saya gunakan terhubung ke dalam jaringan publik seperti cafe dan hotspot.

26. Selanjutnya setelah itu layar berganti dengan tampilan desktop Windows 7 dan proses installasi sistem operasi Windows 7 sudah selesai dilakukan dan siap untuk digunakan.



Kelebihan Windows 7 :
  1. Dibandingkan dengan pendahulunya, waktu booting windows 7 lebih cepat. Demikian pula waktu shut downnya. Pada menu power windows 7 juga terdapat tambahan opsi “hibernate”, yaitu mematikan laptop atau PC namun tetap menyimpan data kegiatan yang sebelumnya. Berbeda dengan sleep, hibernate tidak membutuhkan daya, sebab komputer benar-benar mati.
  2. Tampilan windows 7 lebih menarik dan lebih menonjolkan segi 3 dimensinya dibandingkan dengan pendahulunya.
  3. Meskipun tampilannya lebih memukau, namun Windows 7 menggunakan sumber daya (daya listrik, ruang memori pada hardisk dan ram) yang lebih sedikit dibandingkan dengan pendahulunya. Sehingga windows 7 lebih hemat daya.
  4. Windows 7 mengoptimasi prefetching : sehingga proses load data HD atau SSD menjadi lebih cepat.
  5. Fitur keamanannya lebih ketat dan kuat dibandingkan dengan pendahulunya.
  6. Memiliki fitur show desktop. Dengan fitur ini kita dapat melihat desktop tanpa perlu meminimize jendela aplikasi satu persatu. Hanya dengan mengklik icon show desktop (kotak bujur sangkar di bagian kanan bawah display komputer), seluruh program yang aktif akan diminimize secara otomatis.
  7. Tampilan device storage pada windows 7 lebih detail dan teratur.
  8. Pengaturan taskbar pada windows 7 lebih baik.
  9. Help Tool yang lebih baik.
  10. Proses pencarian file atau data pada windows 7 lebih cepat.
  11. Windows 7 telah menggunakan Direct X11.
  12. Hampir semua driver yang digunakan di windows Vista dapat digunakan di windows 7.
  13. Windows 7 telah mendukung teknologi layar sentuh, dengan fitur Windows Touch dan Fitur Aero yang lebih baik dari pendahulunya.
  14. Fitur parental control pada windows 7 memungkinkan orang tua untuk dapat membatasi hak akses anak-anak, misalnya pengaturan waktu dan lama akses.
  15. Internet explore 8 yang merupakan bawaan Windows 7 lebih aman, cepat, dan lebih mudah digunakan. Tambahan teknologi SmartScreen juga membuat keamanan dan privasi pengguna internet explorer 8 lebih terjamin.
  16. Learning curve lebih mudah, karena bentuk dan tampilannya yang sederhana, maka windows 7 lebih mudah untuk dipelajari dan digunakan.
  17. Memiliki fitur “device storage” yang berfungsi untuk memudahkan dalam menampilkan hal yang berhubungan dengan peripheral tertentu.
  18. Dapat memilih jaringan wireless/WIFI hanya dengan 1 klik dari system tray.

Kekurangan Windows 7 :
  1. Terdapat bug pada windows player 12.
  2. Tidak semua aplikasi mensupport windows 7, masih ada beberapa aplikasi yang tidak dapat dijalankan pada windows 7. Beberapa aplikasi yang dapat dipaksakan berjalan di windows Vista, tidak dapat dipaksakan berjalan di Windows 7.
  3. Beberapa hardware yang dapat langsung dikenali pada windows vista malah tidak dapat langsung dikenali di windows 7.
  4. Jika dijalankan pada netbook, windows 7 Atarter Edition akan memblokir end-user sehingga tidak dapat merubah wallpaper, warna, dan skema suara yang disediakan windows 7. Original Equipment Manufacturer (OEM) juga tidak dapat melakukan personalisasi. Sehingga penggunanya harus puas menerima default background system bawaan.
  5. Terdapat sangat banyak perbedaan antara windows 7 starter dan ultimate.
  6. Harga lisensi windows 7 relatif mahal, apalagi jika dibandingkan dengan OS berbasis open source seperti linux.
  7. Proses dari windows 7, masih terbilang lambat jika dibandingkan dengan system operasi windows xp, yakni system operasi sebelumnya.
  8. Tidak memiliki antivirus bawaan Microsoft, seperti “Microsoft Security Essentials”.

Fitur Fitur yang ada di Windows 7 :
  1. Action Center, memungkinkan kita untuk mengatur alert atau peringatan apa saja yang Windows 7 boleh tampilkan, sangat berguna untuk mengontrol UAC Message yang memang tidak bisa di disable secara permanen.
  2. Aero Shake, Klik dan goyangkan satu jendela atau Windows yang sedang terbuka, maka program ataupun windows lainnya yang berada di belakang akan secara otomatis ter-Minimize.
  3. Aero Snap, drag salah satu windows ke salah satu ujung desktop (atas, kiri atau kanan) maka secara otomatis Windows tersebut akan me-resize.
  4. Aero Peek, Arahkan mouse anda ke ujung bawah sebelah kanan maka secara otomatis windows atau program yang sedang aktif akan menjadi transparan sehingga anda bisa melihat gadget atau icon yang ada di desktop atau bisa juga dengan menekan tombol Windows+Space.
  5. Aero Template dan Theme, kumpulan theme yang unik untuk Windows 7. Untuk mengakses dan menginstal Theme tersembunyi di Windows 7, silahkan ketikan pada kolom Search Program and Files di Star Menu "C:\Windows\Globalization\MCT" tanpa tanda kutip, dan sesuaikan drive C dengan lokasi instalasi Windows 7 anda. Disini kita bisa mendapatkan theme unik sesuai dengan lokasi wilayah yakni Australia, Kanada, Inggris, bahkan sampai Afrika.
  6. Device Stage, fungsinya adalah untuk mempermudah kita melihat device apa saja yang tersambung ke laptop atau komputer kita, seperti bluetooth, kamera, printer, sampai kepada flashdisk ataupun kartu memori.
  7. Gadgets, telah ada di Windows Vista namun di Windows 7 kali ini tidak ada lagi yang namanya Sidebar, itu artinya kita bisa meletakkan Gadgets dimana saja di desktop kita.
  8. Home Group, memudahkan kita dengan cepat dan mudah membuat sebuah home network antara dua komputer atau lebih menggunakan Windows 7.
  9. Jump List, fitur-fiturnya cukup menarik, klik kanan pada sebuah icon program di Taskbar dan anda bisa melihat daftar file-file yang pernah dibuka oleh program tersebut (recent file) sehingga memudahkan anda membuka sebuah file.
  10. Libraries, sesuai namanya disini kita bisa dengan mudah mencari, mengorganisir file music, dokumen lainnya, foto sampai kepada video.
  11. Location Aware Printing, sangat berguna terutama bila anda sering menggunakan laptop anda berpindah-pindah tempat, misalnya di rumah, kantor ataupun warnet. Dengan adanya Location Aware Printing, Windows 7 akan mengingat printer sampai jaringan yang digunakan, sehingga ketika anda berada di rumah secara otomatis Windows 7 akan mempergunakan default printer yang ada di rumah, bila anda beralih ke kantor, Windows 7 pun akan secara otomatis mengingat printer yang ada di kantor.
  12. Fungsi Play, klik kanan pada file musik (lagu) lalu klik Play.
  13. Windows Media Player 12, kalau anda sering memainkan file berformat 3GP, jangan khawatir di Windows 7 anda tidak perlu menginstal program khusus untuk memutar file 3GP, sebab WMP 12 telah mendukung file tersebut.
  14. Windows Touch, kalau anda punya laptop yang touchscreen maka Windows 7 telah mendukung fitur touchscreen tersebut.
  15. Windows XP Mode, memungkinkan kita untuk menjalankan Sesi XP untuk program-program yang memang tidak kompatible dengan Windows 7.

0 Response to "Pertemuan 9"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel